SAYEMBARA RESENSI

RESENSI BUKU THE BOOK OF LOST THINGS


Judul Buku : The Book of Lost Things - Kitab Tentang yang Telah Hilang
Penulis       : John Connoly
Penerbit     : Gramedia Pustaka Utama
Tebal         : 472 halaman
Terbit        : Cetakan pertama Agustus 2008

  "Dongeng ini diperuntukkan bagi orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masa kanak-kanak mulai berlalu" begitulah kata-kata yang tertera pada bagian belakang buku ini.
  Dongeng ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama David yang berusia 12 tahun. Ia harus menerima bahwa ibu yang sangat dikasihinya itu harus meninggal. Apalagi ayahnya sedang dekat dengan seorang perempuan bernama Rose yang merupakan perawat di rumah sakit tempat ibu David dirawat dulu. Setelah ayah David dan Rose menikah, David tidak bisa menerima Rose sebagai ibunya yang baru. 
  Suatu hari, keluarga David  harus pindah ke rumah tua milik keluarga Rose karena London sedang mendapat serangan-serangan dari Jerman (kisah ini bersetting saat perang dunia ke-II) 
  David sangat menyukai kamar barunya yang dipenuhi buku. Namun, ia sering mendengar buku-buku itu berbisik. Buku yang ia sukai adalah sebuah buku yang berisi tentang dongeng-dongeng yang telah dimodifikasi dan diberi gambar ilustrasi sendiri oleh mantan pemilik buku tersebut. Yaitu Jonathan Tulvey.
  Semakin hari, David sering mendengar suara bisik buku-buku di rak kamarnya. Suara bisikan itu lebih sering dan lebih keras dari yang biasanya ia dengar. Belakangan, ia juga sering melihat dari kebun cekung ada seorang makhluk bungkuk yang berkeliaran di kamarnya seperti mencari sesuatu.
  Pada suatu malam, David mendengar suara ibunya yang telah meninggal memanggil-manggil meminta tolong. Suara itu menuntun David menuju kebun cekung di halaman rumahnya. Tepat pada saat itu, muncullah pesawat pengebom Jerman. Mau tidak mau, David harus memasuki lubang yang ada di kebun cekung itu. Ternyata, lubang tersebut telah membawa David ke dunia fantasi yang sangat aneh. Orang pertama yang ditemuinya adalah si tukang kayu. Dan berkat saran si tukang kayu, David pergi menghadap raja yang katanya memiliki kitab yang telah hilang. Dan kitab tersebut dapat membawa David pulang. Perjalanan menuju kastil raja sangat berbahaya. David dan si tukang kayu harus terus melarikan diri dari kejaran kaum loup dan serigala. Apalagi, si tukang kayu berhasil ditangkap oleh mereka saat berada di jembatan yang di jaga oleh troll dengan harpy-harpy kelaparan di bawah jurang. Maka David harus melanjutkan perjalanan sendirian dan bertemu dengan Snow White yang gemuk dan menyebalkan beserta 7 kurcaci yang ingin membunuhnya; si pemburu wanita yang sadis dan egois; Roland, ksatria yang sedang mencari sahabatnya; putri tidur yang mengerikan; dan berbagai monster serta makhluk yang menyeramkan. Apalagi ia harus berhadapan dengan si lelaki bungkuk yang memiliki niat amat keji dan ratusa kaum loup dan serigala.
  Secara keseluruhan, buku ini amat bagus dan amat tragis. Walau di awal buku ini ceritanya agak membosankan, namun cerita ini akan seru dan membuat ketagihan dibaca apabila saat petualangan David berlangsung.
  Banyak terdapat dongeng-dongeng seperti Hansel and Grethel, Snow White, Putri Tidur, dan Si Tudung merah, yang telah di modifikasi menjadi cerita yang sadis dan tragis. Jadi satu catatan dariku, jangan membaca buku ini ketika kau sedang makan. Karena buku ini akan membuatmu mual dengan mayat-mayat bertebaran dan potongan-potongan tubuh manusia.
  Tapi, buku ini mengajarkan kita betapa pentingnya orang-orang disekitar kita. Dan tidaklah baik jika kita membuat keputusan berdasarkan kebencian kita pada orang itu. Karena kau akan menyesal seumur hidup.

Komentar